TARIAN LENTERA

thumbnailCAUQY3RSTARIAN LENTERA

Oleh: Dwi Agus Styawan

Matahari mengkilat di atas langit kota. Terik menimpa hampa. Dalam gelap jiwa, cahaya bintang menari. Tari lentera. Tak ada nada yang mengiringi. Tak ada suara atau pekik Sang penari. Hanya rasa yang perlahan menyandera jiwa. Terang di ujung lentera Sang penari bergetar. Mengusir gelap di sekujur ruang pengap yang membekap. Dinding-dinding ruang membujur tegak. Seperti pohon-pohon yang berdiri membelah pagi. Dinding-dinding ruang bergemuruh. Teriakkan kata penuh angkuh. Mereka berontak terhadap segala peluh. Seperti senja yang hendak bersanding dengan malam. Mengurai sebuah kisah tentang kelam buai terang. Tapi, kidung Sang penari tetap berpendar. Dan lentera tak henti berpijar. (lebih…)

Iklan
Published in: on 2 Agustus 2009 at 6:16 am  Tinggalkan sebuah Komentar  

SAJAK KEMATIAN

Kematian adalah sebuah harapan akan masa depan. Kematian bukanlah akhir perjuangan. Kematian hanyalah bentuk penyerahan, adalah bukti kepasrahan dan kekalahan. Pada akhirnya kematian adalah kehidupan.

Malam semakin suntuk. Langit terlalu pekat untuk diarungi gugus bintang. Sementara waktu terus menindih. Menutup kisah kasih makhluk bumi. Melelapkan hari dalam dekap mimpi. Dan jarak semakin jauh membentang. Memisahkan ruh dari raga, untuk kemudian dihujamkan pada jurang imaji. Segalanya terjadi hingga matahari melukis pagi. (lebih…)

Published in: on 2 Agustus 2009 at 6:13 am  Comments (1)