AGAR HATI SELUAS SAMUDERA

AGAR HATI SELUAS SAMUDERA

(Oleh: DA. Setiawan)

Seorang ulama terkenal, Ibnu Qayyim Al-Jauzi, pernah mengatakan bahwa banyak faktor  yang dapat mendatangkan kelapangan dan kedamaian dalam hati. Faktor-faktor itu antara lain:

1.   Tauhid

Besar-kecilnya kedamaian dalam hati seseorang bergantung pada seberapa besar kemurnian dan kesucian iman. Seseorang yang menyekutukan dan mengingkari Allah, hati dan jiwanya pasti akan sempit. Tak ada setitik cahaya pun yang menerangi hatinya. Gelap dan perlahan hati dan jiwanya menjadi mati. Renungkanlah Firman Allah berikut:

وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا

“Dan orang yang berpaling dari peringatanKu, maka sesunggunya baginya kehidupan yang sempit…” (QS. Thaaha: 124)

سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ

“Kami akan masukkan dalam hati orang-orang kafir itu rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah…” (QS. Ali Imran: 151) (lebih…)

Iklan
Published in: on 10 Agustus 2009 at 2:06 pm  Comments (1)  

MOMEN UNTUK KEMBALI

MOMEN UNTUK KEMBALI
(Oleh DA. Setiawan)

Berbuat kesalahan adalah sifat dasar manusia. Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda bahwa manusia memang merupakan makhluk yang sering berbuat kesalahan, dan yang paling baik dari mereka adalah manusia yang bertaubat atas segala kesalahannya.

Coba renungkan kata-kata indah dari Kahlil Gibran dalam karyanya Sang Nabi:

“Banyak diantara kalian sekedar manusia, dan banyak diantara kalian belum manusia. Kalian hanyalah makhluk kerdil tanpa bentuk yang berjalan dalam tidur di tengah kabut, sedang mencari kebangkitan dirinya.” (lebih…)

Published in: on 8 Agustus 2009 at 3:16 am  Comments (1)  

DEMI SANG WAKTU…

DEMI SANG WAKTU…

(Oleh DA. Setiawan)

وَالْعَصْرِ

إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ

 

“DEMI SANG WAKTU. SESUNGGUHNYA MANUSIA BERADA DALAM KERUGIAN…” (QS. Al-Ashr: 1 – 2)

 

            Betapa pentingkah waktu, hingga Allah secara pribadi mendeklrasikannya? Tentu saja! Banyak orang menganggap waktu sebagai sesuatu yang berlalu saja. Suatu rutinitas yang tidak memiliki makna apa-apa. Padahal, waktu merupakan anugerah besar dari Allah. Waktulah yang menentukan kesuksesan setiap manusia dalam hidupnya, baik semasa di dunia maupun ketika di akhirat nanti.

            Permasalahannya sekarang, adakah batasan bagi waktu? Kita tahu, manusia membatasi waktu menjadi 24 jam dalam sehari dan semalam. Bagaimana dengan di bulan? Apakah juga terdapat pembatasan waktu? Dan bagaimana pulan dengan planet-planet lain? (lebih…)

Published in: on 5 Agustus 2009 at 2:10 pm  Tinggalkan sebuah Komentar  

Kita Bukan Pecundang!

Kita Bukan Pecundang!

(Oleh DA. Setiawan)

Minder? Tidak percaya diri? Tentu kita pernah mengalaminya bukan? Ketika kita berhadapan dengan orang yang lebih tinggi derajatnya dari kita. Ketika kita hendak memulai melakukan sesuatu, atau bahkan ketika kita ingin mengajak menikah seseorang. Dalam keadaan seperti itu, muncul perasaan takut atau was-was dalam diri kita. Perasaan bahwa kita hanyalah orang yang tidak penting…hanyalah warga kelas dua. Kita pun seringkali takut mengalami kegagalan atas usaha kita. Padahal, kita belum melakukan apa-apa. Ibarat perang, kita telah merasa kalah sebelum berperang.

Lantas, bagaimana sebenarnya Islam memandang perasaan semacam ini? Apakah minder itu diperbolehkan? (lebih…)

Published in: on 5 Agustus 2009 at 2:04 pm  Comments (1)  
Tags: , , ,