Kita Bukan Pecundang!

Kita Bukan Pecundang!

(Oleh DA. Setiawan)

Minder? Tidak percaya diri? Tentu kita pernah mengalaminya bukan? Ketika kita berhadapan dengan orang yang lebih tinggi derajatnya dari kita. Ketika kita hendak memulai melakukan sesuatu, atau bahkan ketika kita ingin mengajak menikah seseorang. Dalam keadaan seperti itu, muncul perasaan takut atau was-was dalam diri kita. Perasaan bahwa kita hanyalah orang yang tidak penting…hanyalah warga kelas dua. Kita pun seringkali takut mengalami kegagalan atas usaha kita. Padahal, kita belum melakukan apa-apa. Ibarat perang, kita telah merasa kalah sebelum berperang.

Lantas, bagaimana sebenarnya Islam memandang perasaan semacam ini? Apakah minder itu diperbolehkan?

Allah berfirman:

 وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 139)

Subhanallah…Islam adalah agama yang sangat mulia. Allah melarang kita untuk bersikap lemah…merasa minder. Melalui ayat ini, Allah pun menyakinkan kita bahwa kita adalah orang yang paling tinggi derajatnya. Sehingga kita tidak perlu merasa minder terhadap apapun dan siapapun.

Tapi jangan lupa sobat, ketinggian derajat itu ada dengan satu syarat yaitu Iman. Allah menjadikan hal ini sebagai syarat mutlak agar memiliki derajat yang tertinggi. Keimanan inilah yang akan mengikis habis segala perasaan takut, was-was ataupun minder dalam diri kita.

Mengapa demikian?

Orang beriman memiliki keyakinan yang tinggi, karena tidak ada yang ditakuti, kecuali Allah. Orang beriman tidak pernah takut pada siapapun, tidak pernah takut pada kegagalan, sebab rasa takut mereka hanya ditujukan untuk Allah semata. Sebaliknya, mereka merasa selalu dijaga dan dilindungi oleh Allah. Mereka tidak takut dihinakan karena segalanya terjadi atas izin Allah. Dengan iman, kepercayaan diri yang tinggi senantiasa tertanam dalam jiwa mereka. Kepercayaan diri yang tentunya diiringi kesadaran untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pribadi.

Keimanan seseorang juga dapat memunculkan kesadaran diri bahwa hidup adalah sebuah pertanggungjawaban. Mereka akan terus belajar dan menjadikan kemajuan dan kebsuksesan sebagai kompas hidupnya. Sehingga orang beriman akan menyadari bahwa hari esok harus mengalami pencapaian puncak-puncak prestasi yang lebih baik. Mereka yakin bahwa mereka adalah seorang pemenang bukan pecundang!

            Sobat…kini engkau tahu betapa Islam telah memberikan modal dasar agar kita tidak minder. Jadi, hadapilah hidup dengan kepercayaan diri yang tinggi. Lakukan semuanya dengan keyakinan bahwa kita adalah pemenang! Kita bukanlah pecundang!

 

“Ketika kamu mempercayai dirimu, maka kamu akan memahami caranya hidup.” (Goethe)

Iklan
Published in: on 5 Agustus 2009 at 2:04 pm  Comments (1)  
Tags: , , ,

The URI to TrackBack this entry is: https://oaseislam.wordpress.com/2009/08/05/23/trackback/

RSS feed for comments on this post.

One CommentTinggalkan komentar

  1. Inspiratif…Thanks ya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: