<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>DA. SETIAWAN Blog</title>
	<atom:link href="http://oaseislam.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://oaseislam.wordpress.com</link>
	<description>Meraih surga dengan meniti jejak salaful ummah...</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Aug 2009 13:37:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='oaseislam.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>DA. SETIAWAN Blog</title>
		<link>http://oaseislam.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://oaseislam.wordpress.com/osd.xml" title="DA. SETIAWAN Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://oaseislam.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>AGAR HATI SELUAS SAMUDERA</title>
		<link>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/10/agar-hati-seluas-samudera/</link>
		<comments>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/10/agar-hati-seluas-samudera/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 14:06:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oaseislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak/adab]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Clean Your Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oaseislam.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[AGAR HATI SELUAS SAMUDERA (Oleh: DA. Setiawan) Seorang ulama terkenal, Ibnu Qayyim Al-Jauzi, pernah mengatakan bahwa banyak faktor  yang dapat mendatangkan kelapangan dan kedamaian dalam hati. Faktor-faktor itu antara lain: 1.   Tauhid Besar-kecilnya kedamaian dalam hati seseorang bergantung pada seberapa besar kemurnian dan kesucian iman. Seseorang yang menyekutukan dan mengingkari Allah, hati dan jiwanya pasti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oaseislam.wordpress.com&amp;blog=8834313&amp;post=43&amp;subd=oaseislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>AGAR HATI SELUAS SAMUDERA</strong></p>
<p align="center">(Oleh: DA. Setiawan)</p>
<p align="center">
<p>Seorang ulama terkenal, Ibnu Qayyim Al-Jauzi, pernah mengatakan bahwa banyak faktor  yang dapat mendatangkan kelapangan dan kedamaian dalam hati. Faktor-faktor itu antara lain:</p>
<p>1.   Tauhid</p>
<p>Besar-kecilnya kedamaian dalam hati seseorang bergantung pada seberapa besar kemurnian dan kesucian iman. Seseorang yang menyekutukan dan mengingkari Allah, hati dan jiwanya pasti akan sempit. Tak ada setitik cahaya pun yang menerangi hatinya. Gelap dan perlahan hati dan jiwanya menjadi mati. Renungkanlah Firman Allah berikut:</p>
<h1>وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا</h1>
<p><em>“Dan orang yang berpaling dari peringatanKu, maka sesunggunya baginya kehidupan yang sempit…” (QS. Thaaha: 124)</em></p>
<h1>سَنُلْقِي فِي قُلُوبِ الَّذِينَ كَفَرُوا الرُّعْبَ بِمَا أَشْرَكُوا بِاللَّهِ</h1>
<p><em> “Kami akan masukkan dalam hati orang-orang kafir itu rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah…” (QS. Ali Imran: 151)<span id="more-43"></span></em></p>
<p>2.   Ilmu yang bermanfaat</p>
<p>Hal ini dapat menjadi factor lain untuk mendatangkan kedamaian dalam hati. Bukankah para ulama (salah satu sumber ilmu)  merupakan orang-orang yang damai dan tenang hatinya? Jadi sempatkanlah dan luangkanlah waktumu untuk selalu belajar segala ilmu yang telah Allah bentangkan bagi kita. Janganlah pernah lelah dan jangan pernah surut langkah dalam menapaki jejak para pencari ilmu.</p>
<p>3.   Amal Shaleh</p>
<p>Ilmu dan amal adalah dua hal yang tak terpisahkan. Ilmu akan menjadi sia-sia jika tidak diiringi dengan amal. Sebaliknya, amal pun menjadi tidak bernilai jikalau dilakukan tanpa landasan Ilmu yang benar. Amal yang berlandaskan ilmu akan mampu menjadi cahaya bagi hati. Cahaya yang mampu memberikan ketenangan dan kedamaian dalam jiwa. Seperti matahari yang setia menjadi bagi angkasa yang membentang.</p>
<p>4.   Meninggalkan kemaksiatan</p>
<p>Segala bentuk kemaksiatan identik dengan kesuraman, kegelapan dan keterasingan. Kemaksiatan merupakan pertanda telah kotornya hati akibat tumpukan dosa-dosa. Renungkanlah syair yang sangat indah berikut:</p>
<p><em>“Dosa-dosa mematikan hati, dan dalam kesinambungannya mendatangkan nista…”</em></p>
<p>5.   Tidak melampaui batas</p>
<p>Seringkali kita melampaui batas dalam segala hal, baik dalam hal kebaikan maupun keburukan. Cobalah renungkan keseharian kita! Cara kita makan, berpakaian, ataupun berbicara. Sudah sesuaikan dengan petunjuk Allah dan tuntunan Rasulullah? Ataukah justru kita terlalu berlebihan dalam menjani semuanya? Perhatikanlah Firman Allah berikut:</p>
<h1 style="text-align:center;">يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ</h1>
<p><em>“Hai Anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raaf: 31)</em></p>
<h1>مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ</h1>
<p><em>“Tiada satu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Al-Qaaf: 18)</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Semoga Allah senantiasa memudahkan kita dalam menjaga serta memelihara ketenangan dan kedamaian hati. Amiin…</p>
<br />Posted in Akhlak/adab, Artikel Umum, Clean Your Heart  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oaseislam.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oaseislam.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oaseislam.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oaseislam.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oaseislam.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oaseislam.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oaseislam.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oaseislam.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oaseislam.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oaseislam.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oaseislam.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oaseislam.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oaseislam.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oaseislam.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oaseislam.wordpress.com&amp;blog=8834313&amp;post=43&amp;subd=oaseislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/10/agar-hati-seluas-samudera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a2309c634a9fdd7e13bcdd3c09575?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oaseislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MOMEN UNTUK KEMBALI</title>
		<link>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/08/momen-untuk-kembali/</link>
		<comments>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/08/momen-untuk-kembali/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 08 Aug 2009 03:16:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oaseislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Clean Your Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oaseislam.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[MOMEN UNTUK KEMBALI (Oleh DA. Setiawan) Berbuat kesalahan adalah sifat dasar manusia. Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda bahwa manusia memang merupakan makhluk yang sering berbuat kesalahan, dan yang paling baik dari mereka adalah manusia yang bertaubat atas segala kesalahannya. Coba renungkan kata-kata indah dari Kahlil Gibran dalam karyanya Sang Nabi: “Banyak diantara kalian sekedar manusia, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oaseislam.wordpress.com&amp;blog=8834313&amp;post=39&amp;subd=oaseislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>MOMEN UNTUK KEMBALI</strong><br />
(Oleh DA. Setiawan)</p>
<p>Berbuat kesalahan adalah sifat dasar manusia. Rasulullah SAW sendiri pernah bersabda bahwa manusia memang merupakan makhluk yang sering berbuat kesalahan, dan yang paling baik dari mereka adalah manusia yang bertaubat atas segala kesalahannya.</p>
<p>Coba renungkan kata-kata indah dari Kahlil Gibran dalam karyanya <em>Sang Nabi</em>:</p>
<p style="text-align:center;"><em>“Banyak diantara kalian sekedar manusia, dan banyak diantara kalian belum manusia. Kalian hanyalah makhluk kerdil tanpa bentuk yang berjalan dalam tidur di tengah kabut, sedang mencari kebangkitan dirinya.”<span id="more-39"></span></em></p>
<p>Pernyataan Khalil Gibran di atas merupakan sentilan terhadap hakekat kita sebenarnya sebagai manusia. Kita seringkali mengaku sebagai manusia, tapi perilaku kita tidak mencerminkan pengakuan itu. Terlampau banyak kesalahan dan kekhilafan yang kita perbuat. Bahkan, kita pun seringkali melampaui batas kesalahan itu sendiri, hingga kita tak lagi pantas disebut sebagai manusia.</p>
<p>Pada dasarnya apapun kesalahan ataupun  dosa yang kita perbuat hanya akan melahirkan penderitaan. Kita dapat menyembunyikan kasalahan dari manusia, tapi tidak dari Allah SWT. Hal ini menimbulkan penderitaan dalam diri kita, merasa hina dan kotor dihadapan Allah, merasa dicampakkan oleh Allah. Terkadang perasaan seperti ini justru membuat semakin menjauh dari sisi-Nya.</p>
<p>Wahai sahabat…janganlah bersedih ketika tubuh ini telah banyak tertanam benih dosa. Ingatlah Allah Maha Luas Rahmatnya dan Dia akan selalu menerima taubat hambanya. Selalu ada waktu…selalu ada momen untuk kembali pada-Nya, sebesar apapun dosa yang pernah kita perbuat. Bahkan, kalaupun dosa kita memenuhi bumi dan menyentuh langit, Rahmat dan Ampunan Allah jauh lebih luas dari itu. Segeralah sucikan diri dan hati dengan kembali serta berserah pada-Nya. Optimislah dan berharaplah! Sebab Allah selalu setia membukakan pintu kasih sayang bagi setiap hamba yang bertaubat dan mau kembali ke pangkuan-Nya.</p>
<p>Saudaraku…segeralah bertaubat dalam setiap momen kepasrahan. Bertaubatlah dengan taubat yang benar…taubat nasuha. Taubat yang diiringi pengakuan jujur atas segala kesalahan dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali. Berjanji untuk tidak lagi menggali lubang kemaksiatan, apalagi masuk jauh ke dalamnya.</p>
<p>Berat? Tentu saja! Tapi tidak, apabila kita menyadari betapa mulia dan damainya ketika kita berada dalam pelukan kasih dan sayang Allah. Seseorang pasti memilih membuang segala hal yang dapat mengganggu dirinya, yang dapat memisahkan raga dan jiwanya dari sisi Allah. Itulah sesungguhnya perniagaan yang sangat menguntungkan bagi setiap hamba. Menukarkan segala yang melekat pada diri hamba dengan nikmatnya kasih sayang Allah.</p>
<p>Allah SWT berfirman:</p>
<h2 style="text-align:center;">وَاكْتُبْ لَنَا فِي هَذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ إِنَّا هُدْنَا إِلَيْكَ قَالَ عَذَابِي أُصِيبُ بِهِ مَنْ أَشَاءُ</h2>
<h2 style="text-align:center;">وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا</h2>
<h2 style="text-align:center;">يُؤْمِنُونَ</h2>
<p style="text-align:center;"><em>“Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: &#8220;Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.&#8221; (QS. Al-A’raaf: 156)</em></p>
<p>Kembali kepada kepada Allah, memang membutuhkan keteguhan hati dan kesungguhan. Ada sebuah perjuangan besar untuk dapat kembali kepada Allah dan meraih rahmat dan ampunan-Nya. Hal ini tidak lantas menjadi batu karang penghalang kita untuk kembali pada-Nya. Justru tetaplah berusaha sembari terus berdo’a dan berharap kemudahan untuk meraih kasih sayang-Nya. Sesungguhnya, perjuangan ini terasa berat, kecuali bagi orang-orang yang berpikir dan menyadari manfaatnya.</p>
<p>Sahabatku, tunggu apalagi…sekarang juga, basuhlah tubuhmu dengan air wudhu. Tegakkan raga dan jiwamu ke hadapan Rabbmu. Berserahlah…bersujudlah dengan pengakuan akan segala dosa. Kembalilah pada-Nya dan Raihlah kasih sayang-Nya…</p>
<br />Posted in Artikel Umum, Clean Your Heart  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oaseislam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oaseislam.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oaseislam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oaseislam.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oaseislam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oaseislam.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oaseislam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oaseislam.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oaseislam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oaseislam.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oaseislam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oaseislam.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oaseislam.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oaseislam.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oaseislam.wordpress.com&amp;blog=8834313&amp;post=39&amp;subd=oaseislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/08/momen-untuk-kembali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a2309c634a9fdd7e13bcdd3c09575?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oaseislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DEMI SANG WAKTU…</title>
		<link>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/05/demi-sang-waktu%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/05/demi-sang-waktu%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 14:10:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oaseislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Clean Your Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oaseislam.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[DEMI SANG WAKTU… (Oleh DA. Setiawan) وَالْعَصْرِ إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ   “DEMI SANG WAKTU. SESUNGGUHNYA MANUSIA BERADA DALAM KERUGIAN…” (QS. Al-Ashr: 1 – 2)               Betapa pentingkah waktu, hingga Allah secara pribadi mendeklrasikannya? Tentu saja! Banyak orang menganggap waktu sebagai sesuatu yang berlalu saja. Suatu rutinitas yang tidak memiliki makna apa-apa. Padahal, waktu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oaseislam.wordpress.com&amp;blog=8834313&amp;post=26&amp;subd=oaseislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>DEMI SANG WAKTU…</strong></p>
<p align="center">(Oleh DA. Setiawan)</p>
<h1 style="text-align:center;">وَالْعَصْرِ</h1>
<h1 style="text-align:center;">إِنَّ الإنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ</h1>
<h1> </h1>
<p align="center"><strong><em>“DEMI SANG WAKTU. SESUNGGUHNYA MANUSIA BERADA DALAM KERUGIAN…” (QS. Al-Ashr: 1 – 2)</em></strong></p>
<p align="center"><strong><em> </em></strong></p>
<p>            Betapa pentingkah waktu, hingga Allah secara pribadi mendeklrasikannya? Tentu saja! Banyak orang menganggap waktu sebagai sesuatu yang berlalu saja. Suatu rutinitas yang tidak memiliki makna apa-apa. Padahal, waktu merupakan anugerah besar dari Allah. Waktulah yang menentukan kesuksesan setiap manusia dalam hidupnya, baik semasa di dunia maupun ketika di akhirat nanti.</p>
<p>            Permasalahannya sekarang, adakah batasan bagi waktu? Kita tahu, manusia membatasi waktu menjadi 24 jam dalam sehari dan semalam. Bagaimana dengan di bulan? Apakah juga terdapat pembatasan waktu? Dan bagaimana pulan dengan planet-planet lain?<span id="more-26"></span></p>
<p>            Terkait dengan pembatasan waktu, Khalil Gibran pernah mengungkapkan:</p>
<p>            <em>“Engkau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur. Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim…Namun keabadian dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi…”</em></p>
<p><em>            </em>Manusia seringkali terjebak dalam pembatasan waktu. Padahal waktu sendiri bukanlan sesuatu yang dapat diukur dan dibatasi. Pembatasan inilah yang menyebabkan manusia lalai dalam memanfaatkan waktu. Mereka beranggapan bahwa kehidupan akan berakhir begitu saja, tepat setelah kematian datang menjemput raga. Mereka tidak menyadari, setelah raga dipeluk bumi itulah kehidupan yang sesungguhnya akan dimulai: kehidupan akhirat.</p>
<p>            Orang-orang beriman menyadari  bahwa kehidupan akhirat haruslah lebih diutamakan daripada kehidupan dunia. Mengapa? Karena dunia bukanlah sebuah realitas. Dunia penuh dengan hal-hal yang bersifat semu. Pada akhirnya dunia hanyalah tempat persinggahan bagi manusia, sebelum melanjutkan ke kehidupan akhirat.</p>
<p>            Nabi Muhammad <em>SAW </em>bersabda:</p>
<p>            <em>“Aku dan dunia ibarat orang dalam perjalanan menunggang kendaraan, lalu berteduh di bawah pohon untuk beristirahat dan setelah itu meninggalkannya. (HR. Ibnu Majah)”</em></p>
<p><em>            </em>Ada perumpamaan yang sangat indah dari <em>Rasulullah </em>mengenai perbandingan dunia dengan akhirat,</p>
<p>            <em>“Perbandingan dunia dengan akhirat seperti seorang yang mencelupkan jari tangannya ke dalam laut lalu diangkatnya dan dilihatnya apa yang diperolehnya. (HR. Muslim dan Ibnu Majah)”</em></p>
<p><em>            </em>Perumpamaan di atas menunjukkan bahwa dunia sangatlah kecil bila dibandingkan dengan akhirat. Oleh karena itu, kepentingan akhirat jauh lebih penting daripada kepentingan dunia. Akhirat lah yang akan menjadi tempat penentuan akhir perjalanan manusia. Apakah Ia akan bahagia atau justru kesengsaraan yang akan diperolehnya.</p>
<p>Semua itu tergantung pada kejelian dan kepandaian kita dalam memanfaatkan waktu, ketika masih hidup di dunia. Apakah waktu kita banyak tersita untuk urusan-urusan dunia? Ataukah waktu kita benar-benar digunakan untuk beribadah dan beramal shaleh?</p>
<p>Sungguh, jika waktu kita habis hanya untuk kepentingan dunia, maka kesengsaraan yang akan kita dapat di akhirat nanti. Kita benar-benar akan menjadi orang-orang yang merugi di akhirat kelak. Sebaliknya jika waktu dimanfaatkan untuk beramal shaleh, maka kebahagiaan abadi yang akan kita peroleh. Sehingga Allah akan menjadikan kita sebagai orang-orang yang beruntung di akhirat kelak.</p>
<p>Kini, apakah kita masih ingin melalaikan waktu? Membiarkan waktu berlalu begitu saja, tanpa satu pun amal yang dilakukan? Tentu saja tidak! Kita harus mampu menjadi pribadi yang pandai mengelola dan memanfaatkan waktu untuk kebaikan. Jadi, gunakan waktumu sebaik mungkin. Sekarang…!!!</p>
<p> </p>
<h1 style="text-align:center;">أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ</h1>
<p style="text-align:center;"><em>&#8220;Bukankah Kami telah memberikan umur yang cukup kepadamu semua. Dalam masa itu orang yang mau mengerti dapatlah mengambil pengertian dan orang yang memberikan peringatan pun telah datang padamu semua.&#8221; </em><em>(QS. Fathir: 37)</em></p>
<p align="center"><em> </em></p>
<br />Posted in Artikel Umum, Clean Your Heart  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oaseislam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oaseislam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oaseislam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oaseislam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oaseislam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oaseislam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oaseislam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oaseislam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oaseislam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oaseislam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oaseislam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oaseislam.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oaseislam.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oaseislam.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oaseislam.wordpress.com&amp;blog=8834313&amp;post=26&amp;subd=oaseislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/05/demi-sang-waktu%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a2309c634a9fdd7e13bcdd3c09575?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oaseislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kita Bukan Pecundang!</title>
		<link>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/05/23/</link>
		<comments>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/05/23/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 14:04:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oaseislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel Umum]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[minder]]></category>
		<category><![CDATA[takut]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oaseislam.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Kita Bukan Pecundang! (Oleh DA. Setiawan) Minder? Tidak percaya diri? Tentu kita pernah mengalaminya bukan? Ketika kita berhadapan dengan orang yang lebih tinggi derajatnya dari kita. Ketika kita hendak memulai melakukan sesuatu, atau bahkan ketika kita ingin mengajak menikah seseorang. Dalam keadaan seperti itu, muncul perasaan takut atau was-was dalam diri kita. Perasaan bahwa kita [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oaseislam.wordpress.com&amp;blog=8834313&amp;post=23&amp;subd=oaseislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Kita Bukan Pecundang!</strong></p>
<p align="center">(Oleh DA. Setiawan)</p>
<p>Minder? Tidak percaya diri? Tentu kita pernah mengalaminya bukan? Ketika kita berhadapan dengan orang yang lebih tinggi derajatnya dari kita. Ketika kita hendak memulai melakukan sesuatu, atau bahkan ketika kita ingin mengajak menikah seseorang. Dalam keadaan seperti itu, muncul perasaan takut atau was-was dalam diri kita. Perasaan bahwa kita hanyalah orang yang tidak penting…hanyalah warga kelas dua. Kita pun seringkali takut mengalami kegagalan atas usaha kita. Padahal, kita belum melakukan apa-apa. Ibarat perang, kita telah merasa kalah sebelum berperang.</p>
<p>Lantas, bagaimana sebenarnya Islam memandang perasaan semacam ini? Apakah minder itu diperbolehkan?<span id="more-23"></span></p>
<p>Allah berfirman:</p>
<h1 style="text-align:center;"> وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ</h1>
<p style="text-align:center;"><em>“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 139)</em></p>
<p><em>Subhanallah…</em>Islam adalah agama yang sangat mulia. Allah melarang kita untuk bersikap lemah…merasa minder. Melalui ayat ini, Allah pun menyakinkan kita bahwa kita adalah orang yang paling tinggi derajatnya. Sehingga kita tidak perlu merasa minder terhadap apapun dan siapapun.</p>
<p>Tapi jangan lupa sobat, ketinggian derajat itu ada dengan satu syarat yaitu Iman. Allah menjadikan hal ini sebagai syarat mutlak agar memiliki derajat yang tertinggi. Keimanan inilah yang akan mengikis habis segala perasaan takut, was-was ataupun minder dalam diri kita.</p>
<p>Mengapa demikian?</p>
<p>Orang beriman memiliki keyakinan yang tinggi, karena tidak ada yang ditakuti, kecuali Allah. Orang beriman tidak pernah takut pada siapapun, tidak pernah takut pada kegagalan, sebab rasa takut mereka hanya ditujukan untuk Allah semata. Sebaliknya, mereka merasa selalu dijaga dan dilindungi oleh Allah. Mereka tidak takut dihinakan karena segalanya terjadi atas izin Allah. Dengan iman, kepercayaan diri yang tinggi senantiasa tertanam dalam jiwa mereka. Kepercayaan diri yang tentunya diiringi kesadaran untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pribadi.</p>
<p>Keimanan seseorang juga dapat memunculkan kesadaran diri bahwa hidup adalah sebuah pertanggungjawaban. Mereka akan terus belajar dan menjadikan kemajuan dan kebsuksesan sebagai kompas hidupnya. Sehingga orang beriman akan menyadari bahwa hari esok harus mengalami pencapaian puncak-puncak prestasi yang lebih baik. Mereka yakin bahwa mereka adalah seorang pemenang bukan pecundang!</p>
<p>            Sobat…kini engkau tahu betapa Islam telah memberikan modal dasar agar kita tidak minder. Jadi, hadapilah hidup dengan kepercayaan diri yang tinggi. Lakukan semuanya dengan keyakinan bahwa kita adalah pemenang! Kita bukanlah pecundang!</p>
<p> </p>
<p align="center"><em>“Ketika kamu mempercayai dirimu, maka kamu akan memahami caranya hidup.” (Goethe)</em></p>
<br />Posted in Artikel Umum  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oaseislam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oaseislam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oaseislam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oaseislam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oaseislam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oaseislam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oaseislam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oaseislam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oaseislam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oaseislam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oaseislam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oaseislam.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oaseislam.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oaseislam.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oaseislam.wordpress.com&amp;blog=8834313&amp;post=23&amp;subd=oaseislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/05/23/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a2309c634a9fdd7e13bcdd3c09575?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oaseislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Puasa</title>
		<link>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/04/19/</link>
		<comments>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/04/19/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Aug 2009 14:36:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oaseislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oaseislam.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[Keutamaan Puasa (Oleh DA. Setiawan) Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala nikmat yang tak terhingga. Allah yang telah memberi kita kesempatan untuk merasakan buah keimanan dan ketakwaan dari hari ke hari. Kini, Allah telah mempertemukan kita dengan bulan yang teramat mulia … bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah, maghfirah dan pembebasan api neraka. Pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oaseislam.wordpress.com&amp;blog=8834313&amp;post=19&amp;subd=oaseislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Keutamaan Puasa</strong></p>
<p align="center"><strong>(Oleh DA. Setiawan)</strong></p>
<p>Alhamdulillah, segala puji bagi Allah atas segala nikmat yang tak terhingga. Allah yang telah memberi kita kesempatan untuk merasakan buah keimanan dan ketakwaan dari hari ke hari. Kini, Allah telah mempertemukan kita dengan bulan yang teramat mulia … bulan Ramadhan. Bulan yang penuh berkah, maghfirah dan pembebasan api neraka. Pada bulan inilah Allah menurunkan kitab mulia, yang berisi petunjuk dan penuh cahaya.</p>
<p>            Allah berfirman,</p>
<p>            <em>“Bulan Ramadhan itulah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an yang menjadi petunjuk bagi manusia, dan menjadi keterangan-keterangan dari petunjuk itu dan membedakan antara yang hak dan yang bathil. Maka barang siapa diantara kamu melihat bulan itu hendaklah Ia berpuasa.” (QS. Al-Baqarah: 185)<span id="more-19"></span></em></p>
<p>            Sungguh, nikmat yang sangat besar ketika kita dapat berjumpa dengan bulan Ramadhan, memakmurkannya dengan berbagai amal kebaikan. Salah satu nikmat itu adalah ampunan dari Allah, ketika kita benar-benar menjalankan ibadah puasa atas dasar iman kepada Allah. Hal ini telah disebutkan oleh Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em><em>dalam hadist berikut:</em></p>
<p><em>            “Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni.”</em> (HR. Bukhari dan Muslim).</p>
<p>            Sebaliknya, penyesalan yang akan kita dapat jika kita membiarkan bulan Ramadhan berlalu begitu saja, tanpa satu pun amal kebaikan. Bahkan manusia akan merugi jika meninggalkan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Sebab, dia telah meninggalkan sekian banyak pahala dan kekmuliaan yang telah dijanjikan oleh Allah. Padahal ibadah puasa merupakan salah satu bagian dari rukun islam yang mampu menegakkan Islam…meninggikan Islam.</p>
<p>            Lantas, apa sebenarnya keutamaan puasa bagi kita? Sesungguhnya, banyak sekali ayat dalam Al-Qur’an yang menegaskan bahwa puasa merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah.</p>
<h1 style="text-align:center;">وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ</h1>
<p>            <em>“Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 184)</em></p>
<p>            Rasulullah pun telah menjelaskan dalam hadits-hadits shahih tentang keutamaan puasa, antara lain:</p>
<p>1. Puasa adalah perisai atau pelindung</p>
<p>            <em>“Puasa adalah perisai, seorang hamba berperisai dengannya dari api neraka.” (HR. Ahmad)</em></p>
<p>2. Puasa menyebabkan seorang hamba masuk ke dalam surga</p>
<p>            <em>Dari Abu Umamah berkata, Aku bertanya: “Ya Rasulullah, tunjukkan padaku amalan yang bisa memasukkanku ke surga.” Beliau menjawab, “hendaklah kamu berpuasa, tidak ada (amalan) yang semisal dengan itu.” (HR. An-Nasa’i)</em></p>
<p>3. Orang berpuasa diberi pahala yang tidak terhitung</p>
<p>    Orang berpuasa memiliki dua kegembiraan</p>
<p>    Bau mulut orang berpuasa lebih wangi di sisi Allah dari bau misk</p>
<p>            <em>Dari Abu Hurairah: Rasulullah bersabda: Allah berfirman: “Semua amalan bani adam untuknya kecuali puasa, karena puasa itu untuk Aku dan Aku akan membalasnya…Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih wangi di sisi Allah daripada minyak misk (parfum yang wangi), orang yang berpuasa memiliki dua kegembiraan, jika berbuka dia bergembira dan jika bertemu dengan Rabbnya dia bergembira karena puasa yang dilakukannya.” (HR. Bukhari – Muslim)</em></p>
<p>4. Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat</p>
<p>            <em>“Puasa dan Al-Qur’an akan memberikan syafaat kepada hamba di hari kiamat, puasa akan berkata: ‘Wahai Rabbku, aku menghalanginya dari makan dan syahwat, berilah dia syafaat karenaku, dan Al-Qur’an pun berkata: ’Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, berilah dia syafaat karenaku.’ Rasulullah bersabda: “Maka keduanya memberi syafaat.” (HR. Ahmad)</em></p>
<p><em>5. Ar-Rayyan bagi orang yang berpuasa</em></p>
<p><em>            Dari Sahl Bin Sa’ad, dari Nabi bersabda: “Sesunggunya dalam surga ada pintu yang disebut dengan Ar-Rayyan, orang-orang yang berpuasa akan masuk pada hari kiamat nanti dari pintu tersebut, tidak ada orang selain mereka yang memasukinya. Jika telah masuk orang terakhir dari  mereka yang berpuasa, ditutuplah pintu tersebut. Barang siapa yang masuk, akan minum dan barang siapa yang minum, tidak akan merasa haus untuk selamanya.” (HR. Bukhari – Muslim)</em></p>
<p>            Demikianlah saudaraku, beberapa keistimewaaan puasa yang telah Allah janjikan bagi kita. Semoga Allah benar-benar mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan, sehingga kita dapat berpuasa dan meraih keutamaannya. Amiin…</p>
<br />Posted in Fiqh  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oaseislam.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oaseislam.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oaseislam.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oaseislam.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oaseislam.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oaseislam.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oaseislam.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oaseislam.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oaseislam.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oaseislam.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oaseislam.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oaseislam.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oaseislam.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oaseislam.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oaseislam.wordpress.com&amp;blog=8834313&amp;post=19&amp;subd=oaseislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/04/19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a2309c634a9fdd7e13bcdd3c09575?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oaseislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PESAN RINDU</title>
		<link>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/02/pesan-rindu/</link>
		<comments>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/02/pesan-rindu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 06:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oaseislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oaseislam.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[PESAN RINDU Cinta, Pinjami aku pena hatimu Ingin ku tulis Sebuah pesan untuk sahabatmu: Rindu! “Engkau adalah sebait pagi pada sajak malamku. Engkau adalah selaksa cahaya di gelap langit hatiku. Engkau telah kujadikan setangkai bidadari di taman surgaku. Engkau, kesempurnaan jiwaku…” Cinta, Uluri aku tangan kasihmu Ingin ku ukir Sebuah prasasti untuk perempuanku “Biarlah senja [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oaseislam.wordpress.com&amp;blog=8834313&amp;post=16&amp;subd=oaseislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><strong>PESAN RINDU</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Cinta,</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Pinjami aku pena hatimu</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Ingin ku tulis</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Sebuah pesan untuk sahabatmu: Rindu!</span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;">“<em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Engkau adalah sebait  pagi pada sajak  malamku. Engkau adalah selaksa cahaya di gelap langit hatiku. Engkau telah kujadikan setangkai bidadari di taman surgaku. Engkau,  kesempurnaan jiwaku…”</span></em></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Cinta,</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Uluri aku tangan kasihmu</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Ingin ku ukir</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Sebuah prasasti untuk perempuanku</span></p>
<p style="margin-left:1.27cm;margin-bottom:0;">“<em><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Biarlah senja karam di atas ombakmu.  Engkau tetap berlayar bersama biduk hatiku. Biarlah matahari tenggelam di garis pantaimu. Engkau tetap memijak tanah jantungku. Biarlah bintang menghujam atap-atap malam. Engkau tetap bersandar di palung hatiku.” </span></em></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Cinta,</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Beri aku warna-warnimu</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Ingin ku goreskan</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Sebuah pelangi untuk labuhan jiwaku</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> <em>“Tak terhitung berapa kali embun pagi tetesi hari. Dirimu, satu di hatiku. Tak terbilang seberapa terang matahari sapu bumi. Hatimu terendap dalam jiwaku.”</em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Cinta,</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;">Berdua, kita harus bicara.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"> </span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="font-family:Verdana,sans-serif;"><strong>9 Oktober 2006 (DA. Setiawan)<br />
</strong></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<br />Posted in Puisi  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oaseislam.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oaseislam.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oaseislam.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oaseislam.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oaseislam.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oaseislam.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oaseislam.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oaseislam.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oaseislam.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oaseislam.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oaseislam.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oaseislam.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oaseislam.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oaseislam.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oaseislam.wordpress.com&amp;blog=8834313&amp;post=16&amp;subd=oaseislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/02/pesan-rindu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a2309c634a9fdd7e13bcdd3c09575?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oaseislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TARIAN LENTERA</title>
		<link>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/02/tarian-lentera/</link>
		<comments>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/02/tarian-lentera/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 06:16:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oaseislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Pendek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oaseislam.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[TARIAN LENTERA Oleh: Dwi Agus Styawan Matahari mengkilat di atas langit kota. Terik menimpa hampa. Dalam gelap jiwa, cahaya bintang menari. Tari lentera. Tak ada nada yang mengiringi. Tak ada suara atau pekik Sang penari. Hanya rasa yang perlahan menyandera jiwa. Terang di ujung lentera Sang penari bergetar. Mengusir gelap di sekujur ruang pengap yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oaseislam.wordpress.com&amp;blog=8834313&amp;post=14&amp;subd=oaseislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><strong><img class="alignleft size-full wp-image-32" title="thumbnailCAUQY3RS" src="http://oaseislam.files.wordpress.com/2009/08/thumbnailcauqy3rs.jpg?w=470" alt="thumbnailCAUQY3RS"   />TARIAN LENTERA</strong></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center">Oleh: Dwi Agus Styawan</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Matahari mengkilat di atas langit kota. Terik menimpa hampa. Dalam gelap jiwa, cahaya bintang menari. Tari lentera. Tak ada nada yang mengiringi. Tak ada suara atau pekik Sang penari. Hanya rasa yang perlahan menyandera jiwa. Terang di ujung lentera Sang penari bergetar. Mengusir gelap di sekujur ruang pengap yang membekap. Dinding-dinding ruang membujur tegak. Seperti pohon-pohon yang berdiri membelah pagi. Dinding-dinding ruang bergemuruh. Teriakkan kata penuh angkuh. Mereka berontak terhadap segala peluh. Seperti senja yang hendak bersanding dengan malam. Mengurai sebuah kisah tentang kelam buai terang. Tapi, kidung Sang penari tetap berpendar. Dan lentera tak henti berpijar.<span id="more-14"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Pada satu sorot matahari. Daun-daun berserak penuhi bumi. Mereka abadi di bawah satu lentera. Menjadi penopang bagi Sang penari. Membawa tarian lentera pada nyata. Hingga ujung lentera menyala terangi semesta. Alam raya tampak hidup. Semuanya seperti menggenggam sebuah asa. Sebuah pinta akan masa depan yang lebih bahagia. Pohon-pohon semakin kukuh berdiri. Ranting-ranting menyatu, tak hendak berpisah dari Sang tubuh. Bunga-bunga menumbuhkan kelopak-kelopak yang teramat indah. Putik-putiknya merangkai untaian senyum. Mengikatkannya pada berhelai-helai ilalang. Di atas sana, putih langit memudar. Angin datang memusar. Hendak menghapus rona bahagia wajah semesta. Pusaran itu bertambah kencang. Hingga pohon dan ranting tak lagi berdamping. Kelopak-kelopak terberai dari putiknya. Daun-daun berpencar menjauh. Seketika, terang menghilang dari ujung lentera.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Kini tarian lentera itu telah punah. Sang penari pun lelah. Ia terkulai dalam ruang jiwa. Tapak-tapak tangan keluar dari balik dinding. Sebagian tapak-tapak itu mencengkram tubuh Sang penari. Sebagian lagi tak henti mencekik leher Sang penari. Mereka ingin Sang penari berhenti menyuarakan terang. Pada akhirnya, mereka hendak mempertemukan tarian lentera dengan ujung matinya. Gelap benar-benar hapus terang. Tak ada lagi sinar di ujung lentera. Tak ada tetes-tetes peluh. Hanya jiwa yang menggemakan pekik mengaduh. Jiwa yang mengalunkan lagu kematian. Sebuah lagu tentang terhunusnya terang oleh pedang dan perang. Semua terjadi saat pagi berganti senja. Saat gelap memeluk alam raya.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Di atas secarik senja. Pena pagi usai melukis pelangi. Berganti menuliskan satu sajak separuh hati. Sajak dengan bait-bait yang tak utuh. Sekejap, luruh bersama gelap. Runtuh dalam lelap.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-left:3.81cm;margin-bottom:0;line-height:150%;"><em>Pada satu sapuan bumi. Senja gelapkan dinding-dinding jiwa. Batas nurani hilang bentuk. Tertunduk pada nafsu yang terus membusuk. Lentera itu remuk…</em></p>
<p style="margin-left:3.81cm;margin-bottom:0;line-height:150%;"><em>Pada sisi gelap matahari. Wajah Sang penari membiru. Menunggu bayang terang. Menanti gelap matahari hilang. Hingga mata menyibak tirai senja. Hingga kereta membawa tarian lentera…</em></p>
<p style="margin-left:3.81cm;margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Gelap semakin merayap. Dalam dekap, Sang penari tersekap. Telah lemah sorot terangnya. Terlalu letih gerak tari lenteranya. Pada ujung sabit bulan, Sang penari tertegun. Ia merenung dalam bayang. Merengkuh segala imaji tentang terang. Sejenak, Ia menunduk. Menatap bayang remang tubuh sendiri. Meratapi bengis kelamnya dunia. Menangisi kaki-kaki manusia yang terus melangkah, jejaki malam. Tangan-tangan mereka tak berhenti mengepal, terbuai dekap kelam. Mereka pimpin dunia tanpa lentera. Sementara, hari hendak mengantar malam pada peraduannya. Dan Sang penari mulai melepas lentera.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Gelap semakin merayap.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Dalam dekap, Sang penari tetap tersekap…</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-left:3.81cm;margin-bottom:0;line-height:150%;"><em> </em></p>
<br />Posted in Cerita Pendek  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oaseislam.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oaseislam.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oaseislam.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oaseislam.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oaseislam.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oaseislam.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oaseislam.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oaseislam.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oaseislam.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oaseislam.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oaseislam.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oaseislam.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oaseislam.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oaseislam.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oaseislam.wordpress.com&amp;blog=8834313&amp;post=14&amp;subd=oaseislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/02/tarian-lentera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a2309c634a9fdd7e13bcdd3c09575?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oaseislam</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://oaseislam.files.wordpress.com/2009/08/thumbnailcauqy3rs.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">thumbnailCAUQY3RS</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SAJAK KEMATIAN</title>
		<link>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/02/sajak-kematian/</link>
		<comments>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/02/sajak-kematian/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 06:13:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oaseislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita Pendek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oaseislam.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Kematian adalah sebuah harapan akan masa depan. Kematian bukanlah akhir perjuangan. Kematian hanyalah bentuk penyerahan, adalah bukti kepasrahan dan kekalahan. Pada akhirnya kematian adalah kehidupan. Malam semakin suntuk. Langit terlalu pekat untuk diarungi gugus bintang. Sementara waktu terus menindih. Menutup kisah kasih makhluk bumi. Melelapkan hari dalam dekap mimpi. Dan jarak semakin jauh membentang. Memisahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oaseislam.wordpress.com&amp;blog=8834313&amp;post=11&amp;subd=oaseislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;">Kematian adalah sebuah harapan akan masa depan. Kematian bukanlah akhir perjuangan. Kematian hanyalah bentuk penyerahan, adalah bukti kepasrahan dan kekalahan. Pada akhirnya kematian adalah kehidupan.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Malam semakin suntuk. Langit terlalu pekat untuk diarungi gugus bintang. Sementara waktu terus menindih. Menutup kisah kasih makhluk bumi. Melelapkan hari dalam dekap mimpi. Dan jarak semakin jauh membentang. Memisahkan ruh dari raga, untuk kemudian dihujamkan pada jurang imaji. Segalanya terjadi hingga matahari melukis pagi.<span id="more-11"></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Siapakah dirimu?”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Aku adalah kematianmu.”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Kematianku?”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Ya…kematianmu!”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Tapi, pernahkah aku mengenalmu?”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Tentu saja kau mengenalku.”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Tidak mungkin…tidak mungkin aku mengenalmu, mengenal kematianku sendiri.”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Terserah!”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Terserah?&#8230;”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Aku adalah kematianmu!”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Tapi mustahil aku bisa melihat kematianku sendiri.”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Kau tidak perlu melihatku. Kau hanya perlu merasakannya, dan aku akan menyatu dengan jasadmu.”</p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><em>Kehidupan itu,</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><em>Begitu cepat memeluk jasadku</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><em>Menyela jemariku</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="right"><em>Dan menuntunku pada jalan berbatu</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><em>Kehidupan itu,</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><em>Ku tempuh dengan bibir kelu</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><em>Jasadku kaku</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><em>Saat wajahku beradu dengan-Nya</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right">
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><em>Kehidupan itu,</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><em>Dapatkah ku hindari?</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="right"><em>Mungkinkah  jalan itu ku tapaki?</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><em>Kehidupan itu,</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right"><em>Adalah kematianku…</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="right">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Pagi sudah membulat. Ketika kicau burung memasung sunyi. Pohon-pohon menjulang, menyapa langit. Ku lempar pena yang sedari tadi menari di genggam jemariku. Ku biarkan saja kertas-kertas itu berserakan, memenuhi seisi ruang lelapku. Jendela di sudut ruangan telah terbuka. Entah sejak kapan jendela itu terbuka. Apakah sejak aku menuliskan bait perjumpaanku dengan kematianku? Ataukah mungkin jendela itu telah terbuka ketika aku masih menyatu dengan lelapku… ketika aku sedang bertempur dengan mimpi kematianku…?</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Kematian…</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Aku jadi teringat dengan mimpi itu semalam. Mimpi yang mempertemukan aku dengan kematianku sendiri. Aku benar-benar mampu melihatnya. Aku pun dapat berbicara dengannya, bahkan sempat berdebat pula dengannya. Tapi satu hal yang tidak mampu aku lakukan…aku tidak bisa merasakan kehadirannya. Seketika muncul pertanyaan dalam benakku, siapa yang sesungguhnya memulai perjumpaan itu? Apakah aku yang menghampiri kematianku…atau justru kematian itu yang mendatangiku?</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Segera, ku susun kembali kertas-kertas yang berserakan. Ku biarkan lagi pena itu menari di genggam jemari.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><em> Aku ingin tahu</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><em> Siapa yang memulai perjumpaan itu</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><em> Wahai kematianku…</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><em> Sungguh, aku ingin tahu</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><em> Apakah hembus nafasku yang menuntunmu padaku</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><em> Ataukah nuranimu yang menyuruh ikuti jejak langkahku</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><em> Wahai kematianku…</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><em> Sungguh, aku ingin tahu</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><em> </em>Sementara itu, matahari mulai tumbuh menjadi pelita. Helai-helai daun jatuh memeluk tanah…kicau burung tak henti memuji kebesaran Ilahi. Seperti pagi yang selalu setia memulai hari.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><em>Ya Robb,</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><em> Kau biarkan matahari bersanding dengan pagi</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><em> Kau biarkan darah ini mengalir dalam nadi </em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><em> Seperti itukah kematian menjemput diri…?</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Sejenak, tarian penaku berhenti. Dari jendela itu, cahaya matahari mulai menerangi seisi ruang lelapku. Aku melihat kertas-kertas itu kini tampak terang. Semakin menegaskan bait-bait sajak kematianku.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Siapakah dirimu?”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Aku adalah kematianmu.”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Kematianku?”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Ya…kematianmu! Apakah kau lupa padaku?”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Tidak…tidak lagi. Aku ingat sekarang. Kau adalah kematian yang pernah kutemui dalam mimpiku.”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Ya…dan kini kau menulis tentang aku dalam sajak-sajakmu. Apakah kau rindu padaku?”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Rindu? Rindu pada kematian? Ah…rasanya tidak…tidak mungkin aku rindu pada kematianku.”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Tapi garis wajahmu menunjukkan itu padaku.”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Benarkah?”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Ya…”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Lantas untuk apa kau datang menemuiku?”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Untuk imanmu…iman kepada Tuhanmu.”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Tuhan…”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Bukankah kau ingin bertemu denganNya?”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Ya, aku sangat ingin bertemu denganNya. Kini aku tahu, aku tidaklah rindu padamu…pada kematianku. Tapi aku rindu pada Tuhanku…”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Apakah kau dapat mengantarkan aku padaNya?”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">“Tentu saja, jika kau memang menginginkannya. Tapi, tidakkah kau ingin menyelesaikan sajak-sajak itu?”</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">Langit tampak cerah. Membentang luas tanpa satu pun tiang penyangga. Awan berkumpul…bersatu dengan warna suci keimanan. Dengan tinta kerinduan, ku tuliskan bait terakhir pada sajak kematianku,</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><em> Ya Robb,</em></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><em> KepadaMu aku bersimpuh… kepadaMu aku luruh…</em></p>
<br />Posted in Cerita Pendek  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oaseislam.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oaseislam.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oaseislam.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oaseislam.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oaseislam.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oaseislam.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oaseislam.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oaseislam.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oaseislam.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oaseislam.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oaseislam.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oaseislam.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oaseislam.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oaseislam.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oaseislam.wordpress.com&amp;blog=8834313&amp;post=11&amp;subd=oaseislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/02/sajak-kematian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a2309c634a9fdd7e13bcdd3c09575?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oaseislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DAN BERLINANGLAH AIR MATA…</title>
		<link>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/02/dan-berlinanglah-air-mata%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/02/dan-berlinanglah-air-mata%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2009 05:51:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>oaseislam</dc:creator>
				<category><![CDATA[Clean Your Heart]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://oaseislam.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[“Dua mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka: mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang siaga karena berjaga-jaga (ketika berjihad) di jalan Allah.” (HR. At-Tirmidzi) Menangis…tentu engkau pernah melakukannya. Dalam setiap episode kehidupan kita sebagai manusia, tak terhitung berapa kali kita menangis. Di masa kecil, kita pernah menangis akibat terjatuh. Beranjak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oaseislam.wordpress.com&amp;blog=8834313&amp;post=3&amp;subd=oaseislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#000000;">“<em>Dua mata yang tidak akan disentuh oleh api neraka: mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang siaga karena berjaga-jaga (ketika berjihad) di jalan Allah.” (HR. At-Tirmidzi)</em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"> Menangis…tentu engkau pernah melakukannya. Dalam setiap episode kehidupan kita sebagai manusia, tak terhitung berapa kali kita menangis. Di masa kecil, kita pernah menangis akibat terjatuh. Beranjak remaja, ada tetes-tetes air yang menetes dari dua sudut mata kita tatkala sang kekasih hati berpaling. Setelah dewasa, kita pun sempat menitikkan air mata kala musibah menyapa kehidupan kita.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"> Wahai saudaraku, kini renungkanlah: pernahkah kita menangis karena takut kepada Allah? Adakah tetes-tetes air mata yang keluar, ketika kita mengingat dosa-dosa yang pernah kita lakukan? Dan sempatkah kita menitikkan air mata kala lisan ini melafadzkan firman Sang Pencipta…?<span id="more-3"></span></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"> Saudaraku, ternyata tak pernah sekalipun kita menangis karena takut kepada Allah. Tak ada tetes-tetes air mata manakala kita mengingat tumpukan dosa-dosa kita. Sungguh, benar-benar tak ada waktu bagi kita untuk menitikkan air mata kala musibah datang menyapa. Kita justru sibuk berburuk sangka kepada Allah atas musibah yang menimpa kita.</span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Kini, menangis menjadi sesuatu yang sangat sulit dilakukan. Mengapa…? Telah sedemikian keraskah hati kita, hingga kita tak dapat menitikkan air mata? Tidak dapat dipunkiri, pesona dunia telah menggoda pelupuk mata kita. Kilau indah dunia telah begitu menyibukkan kita, hingga kita melupakan kewajiban kita sebagai seorang hamba: beribadah kepada Sang Pencipta. Jasad kita…jiwa kita semakin menjauh dari cahaya dan petunjukNya. Hati kita menjadi gelap…keras karena dosa-dosa. Dan kita semakin dekat pada neraka…</span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="center"><span style="color:#000000;">“<em>Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka, lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasik.” </em></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="center"><span style="color:#000000;"><em>(QS. Al-Hadiid: 16)</em></span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"> </span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">Ketahuilah saudaraku, tetes-tetes air mata anak manusia menyimpan beribu makna. Air mata seorang hamba karena takut kepada Robbnya memiliki makna dan nilai yang teramat mulia di sisiNya. Tangisan seperti itu dapat menyelamatkan seorang hamba dari api neraka yang menyala. Tangisan seorang hamba yang takut kepada Allah juga merupakan salah satu cara mendekatkan diri kepadaNya. Tangisan ini merupakan buah kesadaran manusia yang takut terhadap adzabNya, disebabkan dosa-dosa yang senantiasa diperbuatnya.</span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="center"><span style="color:#000000;">“<em>Berbahagialah orang yang dapat menjaga lisannya, merasa betah di rumahnya (untuk beribadah) dan menangisi dosa-dosanya.” (HR. Ath-Thabrani)</em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"> Lantas, apa yang harus kita lakukan agar kita dapat menangis karena takut kepada Allah? Tenanglah…dan berbahagialah saudaraku, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan agar kita dapat menangis karena Allah.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">1. Bertakwalah kepada Allah dengan sungguh-sungguh</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"> Allah berfirman,</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"> <em>“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhoan) kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami…” (QS. Al-‘Ankabuut: 69)</em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">2. Mengingat kematian</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"> Sungguh, berbagai kenikmatan dunia telah menghalangi menetesnya air mata dan lahirnya kesedihan hati. Sementara, ingat akan kematian merupakan cara memutus dan menghentikan seluruh kenikmatan yang ada. Oleh karena itu, perbanyaklah mengingat kematian. Rasakanlah segala hal menakutkan yang akan terjadi setelah kematian. Bayangkan bahwa engkau berada di dasar neraka dengan api yang menyala. Semua itu akibat dosa-dosa serta kelalaianmu.  Dan menangislah karena ketakutanmu pada siksa Allah!</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">3. Menghayati kandungan Al-Qur’an</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"> Menghayati isi Al-Qur’an merupakan cara efektif membuat seorang hamba menangis. Hal ini dapat dilakukan dengan memahami penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an melalui bimbingan ulama. Bacalah Al-Qur’an seolah-olah ia diturunkan kepadamu…</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"> <em>“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)</em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">4. Banyak berdzikir</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"> Hati yang mati dapat hidup kembali dengan dzikir, sebagaimana tanah yang tandus dapat dihidupkan dengan siraman air.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">5. Beristighfar dan intropeksi diri<em> </em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"><em> </em>Istighfar dapat membersihkan hati dan membuatnya bercahaya, sebagaimana istighfar yang mampu membuat jiwa lebih kuat dan <em>istiqomah</em>. Untuk memperbanyak istighfar, kita perlu intropeksi diri…mengingat kembali dosa-dosa kita.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"> <em>“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…” (QS. Al-Hasyr: 18)</em></span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;">6. Memaksa diri untuk menangis</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"> Dari sisi keutamaan, memaksa diri menangis lebih rendah daripada menangis sungguhan. Tetapi, ini merupakan satu cara untuk bisa menangis. Orang yang memaksa dirinya menangis adalah orang yang berjuang menundukkan dirinya dan berusaha meraih keridhaan Allah</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"> Setiap hamba yang berjuang menundukkan jiwanya untuk menangis, maka sesungguhnya Allah telah memberikan hidayah kepadanya agar dapat menangis dan Allah memberi petunjuk kepadanya dalam meraihnya.</span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="center">
</li>
</ul>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"> Wahai saudaraku…kini, apa yang akan engkau lakukan? Segeralah kembali kepada Allah, tundukkan hati dan jiwamu, tersungkurlah engkau di hadapNya…dan bersujudlah kepadaNya…hingga engkau berlinang air mata…</span></p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;">
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"><strong>Referensi:</strong></span></p>
<ul>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"><em>Al-Qur’an</em></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;"><span style="color:#000000;"><em>Shahih 	Bukhari, Shahih Muslim, Shahih Sunanit Tirmidzi</em></span></p>
</li>
</ul>
<br />Posted in Clean Your Heart  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/oaseislam.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/oaseislam.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/oaseislam.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/oaseislam.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/oaseislam.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/oaseislam.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/oaseislam.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/oaseislam.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/oaseislam.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/oaseislam.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/oaseislam.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/oaseislam.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/oaseislam.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/oaseislam.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=oaseislam.wordpress.com&amp;blog=8834313&amp;post=3&amp;subd=oaseislam&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://oaseislam.wordpress.com/2009/08/02/dan-berlinanglah-air-mata%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a3a2309c634a9fdd7e13bcdd3c09575?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">oaseislam</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
